ilmu manajemen

Archive for Desember 2008


Author : Ir Sri Bramantoro Abdinagoro, MM
Konsultan dan penulis buku best seller berjudul Road to be Own Boss dan 25 Langkah Menjalankan Bisnis

Memasarkan sebuah produk atau jasa memang memerlukan strategi tersendiri. Dengan strategi pemasaran yang tepat, maka produk kita pun akan banyak diserap pasar.

Untuk itu pemahaman terhadap pasar tentu menjadi kunci yang utama, selain produk yang akan dipasarkan. Dengan memahami pasar dan produknya kita bisa menemukan pasar sasaran (target market) yang tepat. Inilah kunci keberhasilannya. Ada produk dan ada pasar yang tepat. Bagaimana langkah-langkahnya?

Langkah Pertama, tentu saja Anda harus mengenal dan memahami produk yang akan dipasarkan. Produk apa yang hendak kita pasarkan? Apakah produknya untuk konsumsi industri, seperti pabrik-pabrik, industri pengolahan? Atau, produknya untuk konsumsi masyarakat luas atau lebih dikenal sebagai consumer goods? Nah, penentuan atau pendefinisian produk ini penting, karena dalam melakukan pemahaman pasar, lewat riset pasar, bisa menjadi lebih fokus.

Langkah kedua adalah memahami pasar, yaitu dengan mengetahui profil pasarnya. Apa itu profil pasar? Anda bisa paham nanti lewat misalnya, profil demografisnya seperti usia konsumen, jenis pekerjaan, kelas ekonomi, tingkat pendidikan; lalu apakah tinggal di perkotaan, pedesaan, cakupan daerah yang dilayani apakah hanya di kota, kabupaten, propinsi, atau se Indonesia; lokasinya apakah di mal, pasar tradisional. Begitu juga dengan gaya hidupnya apakah olahraga kesukaan mereka, hobi, atau kesukaannya, dan lain sebagainya.

Mengapa kita memerlukan profil pasar hingga sedetail mungkin? Baca entri selengkapnya »

Iklan

Author : Untung Kasirin
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) Jakarta

Sejarah mencatat, dalam sistem moneter Internasional pernah dikenal tiga macam sistem nilai tukar mata uang (kurs valas). Tiga sistem tersebut adalah Fixed Exchange Rate System, Floating Exchange Rate System dan Pegged Exchange Rate System

Era fixed exchange rate system ditandai dengan berlakunya Bretton Woods System sejak 1 Maret 1947. Sistem ini menuntut agar nilai suatu mata uang dikaitkan atau convertible terhadap emas atau gold exchange standard. Pada waktu itu, mata uang dolar AS menjadi acuan (numeraire), di mana semua mata uang yang terikat dengan sistem ini dikaitkan dengan USD. Untuk mencipta uang senilai $35, Federal Reserve Bank (Bank Sentral Amerika) harus mem-backup dengan emas senilai 1 ounce atau 28,3496 gram. Dengan demikian, nilai mata uang secara tidak langsung dikaitkan dengan emas melalui USD. Namun ternyata, The Fed tergiur mencipta dollar melebihi kapasitas emas yang dimiliki. Akibatnya, terjadi krisis kepercayaan masyarakat dunia terhadap dolar AS. Hal tersebut ditandai dengan peristiwa penukaran dollar secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Adalah Perancis, pada masa pemerintahan Charles de Gaule, negara yang pertama kali menentang hegemoni dollar dengan menukaran sejumlah 150 juta dollar AS dengan emas. Tindakan Perancis ini kemudian diikuti oleh Spanyol yang menarik sejumlah 60 juta dollar AS dengan emas. Praktis, cadangan emas di Fort Knox berkurang secara drastis. Ujungnya, secara sepihak, Amerika membatalkan Bretton Woods System melalui Dekrit Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971, yang isinya antara lain, USD tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, dollar tetap menjadi mata uang internasional untuk cadangan devisa negara-negara di dunia. Pada titik ini, berlakulah sistem baru yang disebut dengan floating exchange rate. Baca entri selengkapnya »


Author : Andri Apriyono

Berkembangnya perbankan syariah dewasa ini menunjukan minat masyarakat pada system perbankan syariah yang berprinsipkan keadilan, kejujuran, transparansi dan tanggung jawab ini semakin disukai oleh masyarakat.

Kegiatan perbankan dengan system syariah pada dasarnya merupakan perluasan jasa perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan dan menghendaki pembayaran imbalan yang tidak didasarkan pada system bunga, melainkan atas dasar prinsip syariah (hukum) Islam. Keberadaan system perbankan syariah tersebut dapat memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat yang tidak bersedia memanfaatkan jasa-jasa bank konvensional karena prinsip keyakinan ataupun kepercayaan.

Bank syariah didalam menjalankan tidak menggunakan system bunga sebagai dasar penentuan imbalan yang akan diterima atas pembiayaan yang diberikan dan atau pemberian imbalan atas dana masyarakat. Penentuan imbalan yang diinginkan atau diberikan semata-mata didasarkan pada prinsip syariah. Hal ini berkebalikan dengan sistem bank konvensional dimana imbalan selalu dihitung dalam bentuk bunga. Baca entri selengkapnya »


Author : Andri Apriyono

Pentingnya diadakan persediaan adalah untuk menunjang kelancaran proses produksi atau operasi, maka bahan baku dan barang dalam proses harus selalu ada setiap saat sehingga menjamin kelangsungan hidup perusahaan.Tujuan pengendalian persediaan yaitu:

  1. Menjaga jangan sampai perusahaan kehabisaan persediaan hingga mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.
  2. Menjaga agar pembentukan persediaan oleh perusahaan tidak terlalu besar atau berlebihan sehingga biaya yang timbul dari persediaan tidak terlalu besar.
  3. Menjaga agar pembeliaan secara kecil-kecilan dapat dihindari karena ini dapat berakibat biaya pemesanan menjadi besar.

Macam-macam persediaan

  • Bahan mentah ( raw materials )
  • Barang penolong (supplies)adalah bahan yang diperlukan dalam produksi tetapi tidak merupakan barang jadi.
  • Barang dalam proses (work in process)adalah barang hasil produksi yang telah terbentuk tetapi perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi
  • Barang jadi(finising goods)adalah barang yang sudah selesai diproduksi dan siap dijual
  • Barang dagangan adalah persediaan pada perusahaan dagang yang diperoleh dari membeli untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa merubah bentuk.

Perencanaan Kebutuhan Inventory
Dalam merncanakan persediaan kita dapat menggunakan economical order quantity (EOQ) dan reorder point. Baca entri selengkapnya »


Author : Dewi Wulandari.SE

Dalam menetapkan harga jual suatu produk ada berbagai metode yang dapat dipakai oleh manajemen dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini Cecep Hidayat mengemukakan bahwa: ada 3 (tiga) Metode dalam penetapan harga jual yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan, yaitu:
1.  Cost Oriented Pricing

2.  Deman Oriented Pricing

3.  Competition Oriented Pricing
Adapun uraiannya adalah sebagai berikut:
1. Cost Oriented Pricing
Suatu cara penetapan harga jual yang dinyatakan pada biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dan menambahkan suatu prosentase tertentu sebagai labanya. Metode ini dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu:
a.   Metode Penetapan Harga Biaya-Plus(Cost Plus Pricing method)
Hubungan biaya dengan harga tidak selalu sama. Pengukuran biaya sangat penting apabila pembeli telah setuju untuk membayar harga berdasarkan biaya. Biaya produk sering dijadikan patokan terendah untuk harga jual, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sudah barang tentu tanpa memperhatikan konsep biaya yang digunakan, perusahaan harus selalu menekan biaya sekecil mungkin dengan menerapkan metode produksi dan pemasaran yang paling efisien. Berikut adalah beberapa metode penetapan harga berdasarkan biaya-plus yang dikemukakan oleh Gayle Rayburn dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Biaya” yaitu: Baca entri selengkapnya »


Author : Dewi Wulandari.SE

Untuk menetapkan harga jual suatu produk maka perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam menetapkan kebijakan harga. Philip Kotler dalam bukunya mengemukakan prosedur enam langkah untuk menetapkan harga,yaitu :
1. Memilih tujuan penetapan harga
2. Menentukan permintaan
3. Memperkirakan biaya
4. Menganalisis biaya, harga, dan tawaran pesaing
5. Memilih metode penetapan harga
6. Memilih harga akhir
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai prosedur enam (6) langkah yang digunakan untuk menetapkan harga jual. Baca entri selengkapnya »


Author : Andri Apriyono

PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN

Mereka yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Dimana kondisi keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian laporan keuangan, sifat laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, keterbatasan laporan keuangan serta kepentingan pihak-pihak terhadap laporan keuangan itu.

Baca entri selengkapnya »


berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu... karena aku adalah sang inovator....

Pengunjung Blog

  • 1,275,300 hits

Google Page Rank