ilmu manajemen

Archive for the ‘Pemasaran’ Category


Author: Sukardi Arifin

Spyros Makridakis, seorang Perancis, pernah mempunyai gagasan yang unik. Dia menggelar suatu kompetisi yang cukup menghabiskan tenaga dan melibatkan banyak orang. Sebagai seorang ahli statistic khususnya dalam hal forecasting, mudah ditebak bahwa kompetisi yang ia gelar ada hubungannya dengan forecasting. Singkatnya, tuan Makridakis ini tertarik untuk menguji keampuhan dari metode-metode forecasting yang sudah diformulasikan dan dipopulerkan oleh para ahli statistik, baik yang paling sederhana maupun yang sudah sangat kompleks. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 10 metode forecasting diikutsertakan dan sejumlah 1001 seri data yang diambil dari berbagai belahan dunia digunakan sebagai bahan penguji dan banyak ahli forecasting dari Amerika, Eropa dan Australia dimintai bantuan sebagai juri dalam kompetisi yang panjang dan melelehkan ini.

Banyak kesimpulan dan implikasi yang menarik bagi para praktisi dari kompetisi tersebut. Yang membuat para manajer sedikit “shock” dengan hasilnya adalah pertama, bahwa metode forecasting yang canggih seringkali tidak menghasilkan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan metode yang paling sederhana. Kedua, untuk data-data bisnis atau ekonomi yang sangat berfluktuasi dan tidak memiliki pola yang jelas, forecasting secara kualitatif seringkali memberikan hasil yang lebih baik dari pada hasil forecast secara kuantitatif.

Secara umum, implikasi dari kompetisi itu turut memberikan sumbangan untuk menyaringkan lonceng kematian metode forecast secara kuantitatif. Manager makin menyadari bahwa data-data penjualan yang diperoleh dari pasar atau dalam bisnis sudah tidak mengikuti aturan atau pola yang jelas. Akibatnya, kemampuan para manajer semakin lemah untuk melakukan ekstrapolasi walaupun dengan bantuan metode yang paling canggih sekalipun. Dan inilah juga awal kehancuran long-term planning yang sering didengungkan sebagai hal yang penting untuk dilakukan oleh suatu perusahaan bila ingin sukses. Jangankan membuat forecast penjualan untuk lima tahun kedepan seperti biasanya dalam long-term planning, hanya untuk membuat forecast satu tahun saja, keyakinan manajer sudah terkikis terhadap akurasi dari forecast yang dibuat.

Kondisi pasar saat ini, baik untuk industrial product maupun consumer product sudah terlalu kompleks. Terlalu banyak factor dari lingkungan bisnis yang mempengaruhi pasar, mulai dari peraturan pemerintah, perubahan teknologi, pengaruh globalisasi dan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Sejak awal decade 90-an, terlihat sekali bahwa perubahan-perubahan yang terjadi kadang-kadang tidak bersifat incremental lagi tetapi juga sudah mengandung elemen surprising.

Peraturan pemerintah sering berganti-ganti, membuat manajer Indonesia sering mengeluh terutama dalam hal forecasting. Perubahan bea masuk atau perubahan dalam hal ekspor dan impor dapat mengubah kondisi pasar dan peta persaingan berubah dalam waktu sebulan. Dapat dibayangkan apa yang terjadi bila pemerintah misalnya menghancurkan semua bentuk proteksi dalam bidang otomotif ?

Lalu, masih perlukah manajer untuk melakukan forecasting? Pembuatan forecast sudah barang tentu masih diperlukan karena forecast tetap merupakan bagian dari strategic planning yang vital walaupun proses pembuatannya menjadi lebih sulit dan akurasinya dipertanyakan.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

If you to look for electronics product, furniture product, house wares, kids, including clothing, gifts and more, you can find it Shop.com

Shop.com helps you find the best deal online with easy to use shopping comparison website and access to coupons, special discounts, free shipping offers and more.

Shop.com’s shopping experts scour the internet and work with stores in order to bring the best deals directly to their customers.

Let’s go to Shop.com, dont to late get special price. Shop the big clearance sale going on now: http://www.shop.com/clearance+sale-a.shtml


Author : Prof.Dr.Ir.E.Gumbira Said

Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Dengan demikian, pada edisi kedelapan Majalah Komoditas ini, dipaparkan “Teknik Menyusun Suatu Rencana Pemasaran”
Suatu rencana pemasaran pada umumnya berisi delapan bagian, yakni : Ringkasan Eksekutif; Analisis Situasi; Analisis SWOT dan Analisis Masalah; Sasaran Pemasaran; Strategi Pemasaran; Program Aksi; Proyeksi Rugi Laba; dan Pengawasan (Kotler, 1994). Masing-masing bagian tersebut akan diuraikan di bawah ini.
Baca entri selengkapnya »


Author : Ir Sri Bramantoro Abdinagoro, MM
Konsultan dan penulis buku best seller berjudul Road to be Own Boss dan 25 Langkah Menjalankan Bisnis

Memasarkan sebuah produk atau jasa memang memerlukan strategi tersendiri. Dengan strategi pemasaran yang tepat, maka produk kita pun akan banyak diserap pasar.

Untuk itu pemahaman terhadap pasar tentu menjadi kunci yang utama, selain produk yang akan dipasarkan. Dengan memahami pasar dan produknya kita bisa menemukan pasar sasaran (target market) yang tepat. Inilah kunci keberhasilannya. Ada produk dan ada pasar yang tepat. Bagaimana langkah-langkahnya?

Langkah Pertama, tentu saja Anda harus mengenal dan memahami produk yang akan dipasarkan. Produk apa yang hendak kita pasarkan? Apakah produknya untuk konsumsi industri, seperti pabrik-pabrik, industri pengolahan? Atau, produknya untuk konsumsi masyarakat luas atau lebih dikenal sebagai consumer goods? Nah, penentuan atau pendefinisian produk ini penting, karena dalam melakukan pemahaman pasar, lewat riset pasar, bisa menjadi lebih fokus.

Langkah kedua adalah memahami pasar, yaitu dengan mengetahui profil pasarnya. Apa itu profil pasar? Anda bisa paham nanti lewat misalnya, profil demografisnya seperti usia konsumen, jenis pekerjaan, kelas ekonomi, tingkat pendidikan; lalu apakah tinggal di perkotaan, pedesaan, cakupan daerah yang dilayani apakah hanya di kota, kabupaten, propinsi, atau se Indonesia; lokasinya apakah di mal, pasar tradisional. Begitu juga dengan gaya hidupnya apakah olahraga kesukaan mereka, hobi, atau kesukaannya, dan lain sebagainya.

Mengapa kita memerlukan profil pasar hingga sedetail mungkin? Baca entri selengkapnya »


berteriaklah lantang jika dunia ingin melihatmu singkirkan rasa takutmu jika kau inginkan perubahan yakinlah kau bisa jika oranglain ingin percayai dirimu... karena aku adalah sang inovator....

Pengunjung Blog

  • 1,275,267 hits

Google Page Rank